Situs Pembuatan SIKM DKI Jakarta Payah - Lemot Berakhir Error

Catatan Ekspresif.Com

 Ini adalah catatan sambungan dari artikel sebelumnya yang berjudul Pemberlakuan SIKM DKI Jakarta Terlalu Over dan Menyulitkan Masyarakat.

Karena memang saya terdesak untuk berangkat ke luar kota, hari ini saya mencoba mengakses situs corona.jakarta.go.id.

Lalu, saya sampai ke laman jakevo.jakarta.go.id, yang kemudian saya membuat akun. Dalam pengisian data akun lumayan lancar. Namun sayangnya semua orang yang mengisi data diri di sini dianggap "malaikat", yang tidak boleh melakukan kesalahan.

Maksudnya, ketika saya mau mengubah alamat akibat kesalahan ketik, tidak ada menunya. Bisa diubah, tapi tidak ada untuk SAVE data baru. Kembali lagi ke data isian sebelumnya. Maka, saya tuliskan dianggap "malaikat" yang tidak boleh salah ketik.

Saya googling untuk mencari info cara mengubah, ternyata malah ada yang nanya di KASKUS. Begini pertanyaannya: gimana ya cara merubah alamat email pada akun jakevo? soalnya pada pengaturan yg ada hanya ubah sandi, tidak ada ubah alamat email. atau kalau tidak bisa diubah, bagaimana caranya kalau mau menutup akun jakevo?

Mau nyari jawaban, malah mendapat pertanyaan yang agak mirip masalahnya. Dan sebenarnya saya sebagai seorang blogger sangat ingin menjawab. Namun saya sedih, saya pun dapat masalah yang sama. Demikian prinsip kehidupan para blogger: selalu ingin mencarikan jawaban dari setiap masalah. Bukan membuatkan masalah atau mempersulit yang seharusnya mudah.

Akhirnya saya biarkan saja alamatnya tidak dikoreksi. Lalu saya menunggu jam 08.00 WIB, untuk membuat surat permohonan.

Tepat jam 08.00 WIB, saya langsung mengklik pengajuan izin keluar masuk DKI Jakarta. Namun sayang... keterangannya seperti yang saya capture di bawah ini:



Pesan errornya: Mohon muat ulang atau refresh (tekan F5) dikarenakan tampilan halaman kosong atau sistem tidak terpanggil dengan sempurna menyebabkan kegagalan dalam pengisian/ penyimpanan data.

Saya refresh berkali-kali selama kurang-lebih 20 menit, tetap saja munculnya seperti itu. Ya Allah... ini benar-benar menyulitkan.

Saya ini seorang blogger yang mungkin agak lumayan lah skill dalam mengutak-atik website. Saya juga berlangganan internet ke MNC Play Media, sehingga tidak mungkin jika koneksi/ sinyal internet yang tidak bagus.  Saya buka video Youtube lancar-lancar saja.

Jadi, jika saya saja yang seorang blogger dan memiliki koneksi internet bagus mengalami hal sesulit ini, saya membayangkan bagaimana masyarakat awam dan tak punya koneksi internet, atau mengandalkan paket data.

Aplikasi itu dibuat untuk memudahkan. Misalnya gojek atau grab, itu benar-benar memudahkan masyarakat. Nah kalo yang kaya gini? Jangan-jangan prinsipnya: Kalau bisa dipersulit, kenapa dibikin mudah?

Allah SWT itu Maha Adil. Orang yang selalu mempermudah orang lain, semoga hidupnya selalu dipermudah.


Setelah 20 menit saya terus-terusan refresh, akhirnya muncullah tampilan seperti di bawah ini:


Pesan errornya:

Mohon maaf atas ketidaknyamanannya. Saat ini, Laman Perizinan daring JakEVO, sedang meningkatkan pelayanan dengan melakukan pemutakhiran. Guna menjamin perizinan SIKM tetap efisien dan aman, Petugas akan melakukan input data permohonan perizinan SIKM.

Silahkan unduh dan isi formulir di bawah ini lalu kirim beserta dokumen pendukung lainnya melalui surat elektronik ke alamat email:
sikm@jakarta.go.id

Dokumen izin yang Disetujui atau Ditolak akan dikirimkan melalui surat elektronik ke alamat email pemohon.


Demikian akhirnya harus selesai permohonan maaf. Saya sebagai masyarakat kecil yang tak punya kekuatan apa-apa, mau tidak mau harus memaafkan. Ini formulirnya saya bantu simpan untuk didownload. Silahkan klik saja:

DOWNLOAD FORMULIR SIKM.

DOWNLOAD LAMPIRAN FORMULIR BAGI YANG DOMISILI DI DKI JAKARTA.

DOWNLOAD LAMPIRAN FORMULIR BAGI YANG DOMISILI NON JABODETABEK


Sayup-sayup terdengar suara anak saya menangis. Usianya baru 8 tahun. Biasa pagi-pagi suka nangis. Paling lapar. Tapi itu gampang, bisa selesai dengan nasi uduk atau nasi kuning.  Anak saya tidak suka mencari yang sulit cari. Kalau ada yang mudah didapat, ngapain nyari yang sulit.

Sama dengan prinsip hidup saya ketika berhubungan dengan orang lain. InsyaAllah saya senantiasa berprinsip: KALAU BISA DIPERMUDAH, NGAPAIN DIPERSULIT? Jadi, doa tadi yang saya tulis diatas, doa untuk saya juga. Mohon do√°nya kepada para pembaca yang budiman, semoga semua urusan saya dilancarkan... aamiin yaa Rabbal aalaamin....

Saya akhiri dulu catatan ini, karena saya harus bergerak mengisi formulir ini... untuk mengejar sektor nomor 1, bukan nomor 11: MEMENUHI KEBUTUHAN HIDUP SEHARI-HARI KELUARGA SAYA.

Untuk orang seperti saya, janganlah terlalu sering mengungkapkan kalimat: LebihBaikdiRumah atau DiRumahSaja. Sumpah.... saya pun inginnya di rumah. Saya juga sangat takut pada virus corona. Tapi saya lebih takut anak istri saya tidak makan.


Hanya orang-orang tertentu yang dapat bekerja di rumah. Saya kalau di rumah ya tidur saja atau ngeblog.

Satu-satunya cara adalah tetap bekerja sambil mendukung Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).  Saya tidak ke tempat berkerumun, mengenakan masker, dan selalu menjaga jarak.

Sekali lagi saya sangat mendukung PSBB. Saya hanya memohon untuk mengkaji kembali kebijakan SIKM. Alasannya... salahsatunya seperti cerita yang saya alami ini, lemot berakhir error. Sarannya: Cukup pengantar RT dan RW. Kalau mau ditambah surat keterangan hasil rapid tes malah lebih realistis --asal biayanya yang realistis juga bagi orang kecil seperti saya ini. Diperiksa langsung di perbatasan (apalagi dengan gratis) itu sangat sangat mempermudah dan membantu meringankan beban hidup orang kecil.

Untuk ungkapan LebihBaikdiRumah atau DiRumahSaja, saya paham itu. Saya juga, sekali lagi, sangat sangat ingin di rumah saja.

Saya juga sangat menghargai jasa-jasa para dokter yang berhadapan langsung dengan virus corona.

Maka di akhir artikel ini, saya mendoakan semua dokter yang sedang berjuang melawan virus corona mendapat keselamatan dan kelancaran dalam segala hal. Semoga Allah SWT senantiasa melindungi para dokter yang bekerja tanpa kenal lelah.

Doa saya juga untuk para dokter yang gugur sebagai pahlawan corona, semoga syahid dan mendapat tempat mulia di sisi-Nya.... aamiin.

Hormat saya untuk almarhum dan almarhumah:


  1. Ninuk Dwi S.Kep - Perawat icu RSCM n
  2. Sugiharto, Amd.kep - perawat RSPAD GS
  3. Harmoko, S.Kep.Ns, SH, MH (Kes) - Perawat PKM Tambak Aji
  4. Letkol (kowal) Mulatsih WA. AMK, Sh - Perawat RS Marinir Cilandak
  5. Setia Aribowo, Amd.Kep - perawat RS Premier Bintaro, 
  6. Mursyida, Amd.Kep - perawat PKM Kp. Teleng.
  7. Zaenal Khalib S.Kep, Ns - perawat PKM Semanding
  8. Adharul Anam S.Kep - perawat RS Mitra Kelapa Gading
  9. Nuria Kurniasih, AMK - perawat RSUP DR Kariadi
  10. Nur Putri Julianty, AMK - perawat RS Andhika
  11. Elok Widyaningsih, S.kep - Perawat RS Eka Hospital BSD
  12. Novera, Amd.Kep - perawat RSPAD Gatot Subroto
  13. Hastuti Yulistiorini, Amd.Kep - perawat RS Siloam, Surabaya
  14. Rina Iswati Wuryaning Wulan, S.Kep, Ners - perawat RSUP Dr. Kariadi
  15. Reno Tri Palupi, Amk - perawat Pasar Rebo
  16. Shelly Ziendia Putri - perawat AGD Dinkes Pemprov DKI Jakarta
  17. Agus Indarto, Amd.Kep - perawat RS Dr. Oen Solo Baru
  18. Heri Soesilo - perawat RSPI Sulianti Saroso
  19. Nani Suhartini, AMK - perawat RS Sukmul Sisma Medika
  20. Ari Puspita Sari S.Kep., NS. - perawat RS Royal.

dan semua dokter yang telah gugur, yang tidak tercatat di artikel ini.




0/Post a Comment/Comments

Previous Post Next Post