Tata Surya

A.  EKLIPTIKA DAN EQUATOR

Sekelompok benda-benda langit yang mengelilingi matahari disebut sistem tata surya, matahari merupakan pusat tata surya  yang anggotanya  planet, satelit, asteroid dan komet. Sebelum abad ke 16 bumi merupakan pusat segala benda-benda langit. Bumi diam, benda langit mengelilinginya disebut  teori Geosentris. Pada awal abad ke 16 Astronom Polandia yaitu Nicolaus Copernicus ”matahari merupakan pusat tata surya dan benda langit mengelilinginya disebut teori Heliosentris. Galaksi Bima Sakti adalah sekumpulan   milyaran bintang yang mempunyai pola tertentu dijagat raya. Matahari merupakan sebuah bola gas raksasa yang sangat panas dan pijar, suhu permukaannya + 6000 o c, intinya mencapai + 35 juta derajat celcius.

Teori Tentang Asal Usul Tata Surya
            Kosmologi suatu ilmu yang mempelajari asal usul evolusi dan isi alam semesta.
a.       Teori Pasang (Tahun 1901)
Menyatakan bahwa ada bintang yang mendekati matahari sehingga timbul efek pasang yang diakibatkan  oleh gaya tarik  dari bintang tersebut. Sehingga sebagian massa matahari terlempar  yang kemudian mendingin membentuk planet-planet.
b.      Teori Bintangn Kembar (Tahun 1930)
Menyatakan bahwa dahulu matahari merupakan bintang kembar, kemudian salah satu bintang meledak. Pecahannya terlempar dan mendingin selanjutnya menjadi planet yang kesemuanya terpengaruh oleh gaya matahari. Menurut teori yang kedua, teori kabut (nebula) dikemukakan oleh Immanuel Kant dan Laplace (abad 19) disempurnakan oleh C.F Van Weiszaker (1994) dan Gerald P. Kuiper (1951) intinya sebagai berikut :
“Mula-mula ada kabut dan debu atau nebula yang terdiri dari gas  helium dan gas hidrogen. Kemudian mendingin dan menyusut, pada saat seperti ini partikel-partikel di dalamnya saling tarik menarik akibat grafitasi dan mulai berputar kearah yang sama, maka bagian dalam menjadi panas, sedang bagian luar terus mendingin.  Bagian luarnya berubah menjadi bulat pipih, lalu seperti cakram dan membentuk cincin gas yang kemudian menjadi planet-planet. Sedangkan bagian intinya menjadi panas dan terbentuklah matahari.
            Satu lingkaran (360 o) ditempuh matahari dalam masa 24 jam. ½ lingkaran (180 o) ditempuh matahari dalam masa 12 jam. ¼ lingkaran (90 o) ditempuh dalam masa 6 jam. 1/8  lingkaran (45 o) ditempuh matahari dalam masa 3 jam. Tiap-tiap 15 o ditempuh matahari dalam masa 1 jam, tiap-tiap 1 o ditempuh matahari dalam masa    4 menit.
            Yang dimaksud  dengan satu hari matahari  yang lamanya 24 jam itu ialah     waktu yang berselang dihitung mulai dari satu saat matahari tepat mencapai titik kulminasi sampai kembali esoknya mencapai titik kulminasi lagi.
Selain dari pada rotasi, bumi beredar satu kali setahun mengelilingi matahari. Pergeseran pada lintasan ini tidak kita rasakan, padahal bumi bergeser dengan kecepatan + 30 km perdetik atau +108, 000 km perjam. Peredaran tiap tahun ini disebut revolusi. Akibat revolusi itu ialah, bahwa  matahari seakan-akan menempuh satu lintasan dilangit mengelilingi bumi. Lingkaran lintasan matahari tiap tahun disebut ekliptika. Ada empat buah titik penting  pada lingkaran ekliptika, yaitu :
a.       Pada tanggal 21 maret, matahari tepat beredar dilingkungan khatulistiwa   langit (0 o).
b.      Pada tanggal  21 Juni,  matahari beredar  dilingkaran garis balik utara (23,5 o)
c.       Pada tanggal 23 September, matahari beredar dilingkaran khatulistiwa (0 o) lagi.
d.      Pada tanggal 22 Desember, matahari beredar dilingkaran garis balik    selatan (23,5 o).
Jadi dari mulai  bulan maret, matahari bergerak ke utara sampai mencapai  23,5 o tanggal 21 Juni, dari tanggal 21 Juni kembali bergerak sampai mencapai 0 o tanggal 23 September (matahari beredar kembali dikhatulistiwa), dari tanggal 23 September, matahari bergerak kearah selatan  sampai mencapai  23,5 o tanggal 22 Desember, dan dari tanggal 22 Desember, matahari bergerak kembali    kearah  utara sampai mencapai 0 o lagi tanggal 21 Maret.

Tata Surya --- aura-ilmu.com

Dari tanggal 22 Desember sampai 21 Juni matahari dalam keadaan sedang naik, dan dari tanggal 21 Juni sampai 22 Desember, amtahari dalam keadaan sedang turun. Jika matahari sedang berada diobelahan langit utara tandanya (+) dan jika sedang berada dibelahan langit selatan tandanya ( - ).
Sepanjang ekliptika kira-kira 10 o sebelah menyebelahnya matahari melalui 12 rasi (gugus) bintang-bintang. Inilah yang disebut zodiak, karena masing-masing rasi bintang itu sebagian besar terdiri dari nama bintang (zoon = bintang), seperti Aries (the ram), Taurus (the bull), Gemini (the twin), Cancer ( the crab), Leo (the Lion), Virgo ( the virgin), Libra (the scales), Scoroius (the scorpion), Sagitarius (the arches), Capricornus (the sergoot),   Aquarius (the water bearer) dan Pisces (the fish).
Untuk pengamat dipermukaan bumi  meihat matahari bergerak diantara zodaik   sepanjang tahun. Tata koordinat horison, merupakan data koordinat yang paling mudah, khususnya  mudah ditulis. Tetapi tata koordinat mempunyai kelemahan. Hal ini disebabkan terbit dan terbenamnya benda-benda antariksa tersebut tidak  tetap pada suatu titik juga tingginya selalu berubah-ubah.
Untuk menentukan kedudukan benda-benda antariksa yangn lebih tepat harus digambarkan atau dilukiskan pada tata koordinat khatulistiwa langit atau equator  langit. Pada tata koordinat ini sebagai koordinat benda-benda antariksa tersebut terdiri atas :
a.       Asenciorecta (kenaikan taegak) sebagai basisnya
b.      Deklinasi sebagai ordinatnya

Susunan koordinat ini turut bergerak sesuai dengan gerakan-gerakan benda-benda langit  yang bersangkutan, dengan demikian koordinat-koordinat selalu tetap. Dalam tata koordinat khatulistiwa langit terdapat beberapa pengertian :
1.            Tinggi kutub yaitu busur pada lingkaran vertikal yang dihitung mulai titik kaki sampai titik kutub langit, baik utara maupun selatan.
2.            Lebar geografis ialah letak lintagn suatu tempat pada pola bumi yang dihitung mulai dari khatulisiwa sampai tempat tersebut.
3.            Khatulistiwa langit atau equator langit ialah lingkaran besar yang bidangnya terletak tegak lurus pada sumbu langit atau sumbu bola antariksa.
4.            Sumbu langit ialah   garis tengah bola langit, pada garis ini bola antariksa pada ke dua kutubnya, titik tembus ini disebut kutub langit selatan.
5.            Deklinasi sebuah benda antariksa (δ) ialah busur lingkaran antara khatulistiwa langit sampai ke benda antariksa tersebut.

B.     KEMUNGKINAN-KEMUNGKINAN DITEMUKAN PLANET BARU
            Manusia sejak dahulu sudah mencoba menelaah  keberadaan alam semesta melalui pengamatan dan penafsiran pergerakan bintang-bintang, secara perlahan namun pasti, pemikiran-pemikiran   baru bermunculan sejalan dengan kemajuan peralatan pengamatan sehingga pemahaman alam semesta semakin berkembang. Sebagaimana kita ketahui bahwa tata surya merupakan suatu sistem dengan pusat matahari dikelilingi sembilan planet yang diantaranya Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus dan juga Pluto.
Dan ratusan asteroid atau planer minor, puluhan ribu komet, meteoroid dan debu antar planet. Sungguh banyak benda-benda yang ada diangkasa ini, dengan teknologi yang canggih diabad ini kermungkinan para astronom menemukan planet baru yang mungkin bisa dihuni oleh umat manusia setelah bumi, dan  dengan teknologi yang canggih kita bisa telusuri apa yang ada diangkasa yang luas ini sampai pada suatu perenungan betapa luar biasa kuasa alam semesta ini.

C.      ISI ZAT ANTARA BENDA-BENDA LANGIT
            Pengamatan sekilas pada langit malam terutama pada saat bulan mati, menyajikan pemandangan yang luar biasa mengesankan tentang jagad raya. Dalam kesenyapan, alam tampak  ceria    dengan kerumunan cahaya. Cahaya yang kita lihat datang dari ribuan bintik yang terang yang kita sebut bintang atau planet. Diantara bintang-bintang kita lihat  kelegaman yang pekat. Langit malam adalah sebuah kontras yang gamlang    terhadap langit siang yang apakah biru atau kelabu, memiliki kerataan atau kelembutan warna yang tidak hilang sampai matahari terbenam. Kalau kita melihat langit siang, maka yang sesungguhnya kita lihat adalah cahaya matahari yang terbesar oleh atmosfer bumi. Pada malam hari, ketika tidak ada cahaya matahari yang menyilaukan mata. Pandangan.

Kita dapat menerobos atmosfer bumi, sehingga  kita mampu melihat jagad raya dengan segala isinya. Isinya ini yang sebenarnya juga mencakup bumi dan Matahari kita selain planet dan bintang-bintang hanya merupakan sebagian kecil ruang, seper sekian milyar-milyar volume total jagat raya sisanya adalah ruang antar bintang dan ruang antar galaksi. Akan tetapi jagat raya begitu luasnya, sehingga jumlah materi antar bintang ini luar biasa banyaknya. Galaksi kita mengandung kira-kira 1037 ton (1 ton = 1000 kg) gas antar  bintang, cukup untuk membuat milyaran bintang seukuran matahari kita.
           
Setiap benda langit yang memiliki cahaya sendiri pasti memancarkan gelombang elektromagnetik. Gelombang elektromagnetik ini terdapat dalam berbagai  panjang gelombang. Tetapi tidak semua  panjang gelombang itu dapat sampai kepermukaan bumi, karena atmosfer bumi menyerap atau memantulkan sebagian gelombang tersebut. Yang dapat menembus atmosfer bumi hanya beberapa, diantaranya adalah cahaya kasatmata atau gelombang optik mempunyai panjang gelombang antara 3800-7500 Angstrom (Angstrom adalah satuan untuk panjang gelombang 1 Angstrom = 10 10 m ), dan terdiri dari berbagai warna : merah, jingga, kuning, hijau, ungu dan biru. Atmosfer bumi dapat ditembus gelombang optik hingga cahaya itu sampai permukaan bumi. Angkasa seperti itu disebut jendela optik, karena kita dapat melihat angkasa luar melalui jendela itu. Gelombang lain yang dapat diteruskan oleh atmosfer bumi adalah gelombang radio dengan panjang gelombang mulai dari beberapa milimeter sampai orde 20 meter. Atmosfer bumi tempat dengan sifat seperti ini dinamakan jendela radio.

            Kita di bumi tentu saja membutuhkan instrumentasi untuk menangkap gelombang-gelombang tersebut, yaitu dengan  teleskop. Dengan mata telanjang kita bisa melihat sekitar 5000 buah bintang, tetapi dengan bantuan teleskop yang bergaris tengah 10 cm saja, jumlah bintang yang kita lihat bisa mencapai 2 juta buah.


D.      KEMUNGKINAN-KEMUNGKINAN GEJALA ALAM DI ANGKASA
            Di abad ini,   penumpukan penemuan melimpah dengan faktor beberapa puluh kali dalam tiap tahun. Seperti pengalaman dimasa lalu, pengembara dilangit dewasa ini juga menemukan daerah-daerah rawan yang belum terjamah. Mereka tidak hanya menemukan benda-benda langit kelas baru yang tidak diimpikan 10 bahkan 5 tahun lalu. Seperti halnya  dengan penerapan teknologi baru untuk mempelajari cahaya (Foton) dalam berbagai warna atau zarah yang berenergi dengan berbagai muatan dan massa (netrio, sinar kosmik), maka spesies abru ditemukan. Jagad yang dulunya dicerminkan dalam bentuk orbit planet diatur yang teratur dan tetap, dan terpusat pada bumi kita. Kini telah berubah menjadi jagat yang dinamik, bergerakpenuh dengan isinya besar dan kecil serta eksotik. Bersama dengan berkembangnya Fisika inti, teknologi, komputer dan  dasar serta wawasan teoritis membuat astronomi dalam dasawarsa terakhir mempunyai sejarah penemuan yang gemilang. Dari pendaratan-pendaratan di Bijan sampai kepada penemuan molekul-molekul yang kompleks diruang antar planet.
 
          Kalau beberapa waktu yang lalu astronom hanya mengira ada ruang antar bintang yang kosong (atau hanya terisi oleh atom-atom hidrogen, kini nyatanya lebih dari 22 buah molekul-molekul baru ditemukan mengisi ruang antar bintang itu.
Jalan yang diperkirakan adem-adem, ternyata merupakan jagat yang eksplosif. Dua macam jagat hidup berkoeksistensi. Jagat yang panas dengan temperatur 1000 milyar derajat berdampingan dengan jagat yang dingin, bintang-bintang seperti matahari kita (dengan suhu   permukaan 6000 kelvin), materi antar bintang (dengan temperatur hampir mendekati nol derajat absolut)   dan bumi tempat kita hidup.

            Jika kita mengamati langit malam ditempat yang jauh dari terangnya cahaya kota, kita akan melihat beberapa ribu bintang dengan mata telanjang. Bintang-bintang itu terlihat berubah keterangannya dari waktu ke waktu, yang kita sebut berkelap-kelip (twinkling). Kelap- kelip itu terjadi karena udara yang bergerak pada atmosfer bumi. Jika kita melihat kelangit dengan menggunakan teelskop, maka kita akan melihat bintang-bintang dalam jumlah yang lebih banyak dan lebih  terang. Tetapi bintang-bintang tersebut tidak bertambah besar wujudnya dengan mata telanjang. Sebuah bintang terlihat seperti titik, dan dengan teleskop bintang tersebut masih akan terlihat berupa titik yang terang. Ini   disebabkan karena jarak bintang-bintang itu sangat jauh dari kita. Tidak demikian halnya jika kita melihat planet dengan teleskop, sebuah planet akan terlihat seperti piringan berpola kira-kira jaraknya yang relatif dengan kita.

            Salah satu fenomena langit yang menarik para astronom, kala mengintai langit malam dari balik teleskop adalah   terlihatnya pasangan bintang, yang jika diamati dengan mata biasa tampak hanya sebuah contoh yang paling mudah adalah bintang       centauri dibelahan langit selatan dekat rasi salib selatan (di Indonesia terkenal dengan nama rasi layang-layang atau gubuk penceng). Terpisahnya citra bintang ini bukan karena efek cacat optik teelskop, tapi memang secara instrinsik obyek langit tersebut merupakan suatu sistem bintang ganda. Dua komponen bintang saling beredar mengelilingi titik pusat massa sistem. Keterbatasan daya pisah mata kita yang menyebabkan bintang seperti ini. Tunggu jika dilihat tanpa bantuan alat optik. Telaah yang dilakukan selama beberapa dasawarsa belakangan ini, membawa para astronom kepada suatu kesimpulan, bahwa kurang lebih 80 o/o bintang penghuni alam semesta ini membentuk  sistem-sistem bintang ganda  dan bintang majemuk (sistem ini lazim dikatakan sebagai sistem  masyarakat bintang). Matahari kita merupakan salah satu dari “sedikit” bintang tunggal dari sistem masyarakat bintang tersebut. Sistem bintang ganda secara umum dikelompokkan kedalam kelas bintang ganda jauh yakni yang tampak terpisah dengan teleskop dan bintang ganda dekat.

            Galaksi adalah suatu sistem bintang-bintang yanng amat besar , bintang-bintang anggota galaksi saling mempengaruhi secara gravitasional. Matahari  kita (bersama-sama sembilan buah planet yang mengitarinya) adalah anggoa dari sebuah  galaksi yang kita beri nama Galaksi Bimasakti, yang juga dikenal dengan nama Milkyway. Galaksi Bimasakti termasuk  tipe galaksi  spiral  dan berbentuk seperti cakram.Untuk membayangkan bentuk Bimasakti, kita dapat menyamakan dengan 2 buah telir mata sapi yang bagian bawahnya disatukan. Berdasarkan perhitungan galaksi kita perkirakan bergaris tengah  100.000 tahun cahaya , dan tebal bagian pusatnya sekitar 10.000 tahun cahaya untuk memudahkan perhitungan, para astronom menggunakan satuan jarak yang disebut tahun cahaya. Satu  tahun cahaya menggambarkan jarak yang ditempuh oleh cahaya dalam waktu satu tahun. Dengan kecepatan 300.000 km/s,   dalam waktu satu tahun cahaya akan menempuh jarak sekitar 9,5 juta kilometer. Berarti garis tengah galaksi kita sekitar 100.000 x 9,5 juta km. Per 950 ribu km (950 diikuti oleh 15 buah nol dibelakangnya).

            Dimana letak matahari kita diantara bintang-bintang itu? Matahari terletak sekitar 30.000 tahun cahaya dari pusat Bimasakti. Matahari bukanlah bintang yang istimewa, tetapi hanyalah salah satu dari 200 milyar buah bintang anggota Bimasakti. Bintang anggota-anggota Bimasakti ini tersebar dengan jarak dari satu bintang kebintang lain berkisar 4 sampai 10 tahun cahaya. Bintang terdekat dengan matahari adalah PROXIMA CENTAURI, yang berjarak 4,23 tahun     cahaya. Semakin kearah pusat galaksi, jarak antar bintang semakin kecil atau dengan kata lain kepadatan bintang-bintang kearah pusat galaksi semakin besar. Meskipun Bimasakti beranggotakan milyaran buah bintang, ia bukanlah keseluruhan alam semesta. Bimasakti bukan satu-satunya  galaksi  yang ada  dialam semesta ini.  Galaksi-galaksi lain mengisi setiap sudut  langit sampai batas yang bisa  dicapai oleh teleskop yang paling besar. Jumlah keseluruhan galaksi yang dapat dipotret dengan teleskop berdiameter 5 meter  di MT. Palomar (Amerika Serikat) diperkirakan mencapai satu milyar buah galaksi. Jika kita mempunyai teleskop yang lebih besar, kita akan dapat melihat jauh  lebih banyak lagi galaksi lain.

             Dengan menghitung mundur pergerakan galaksi-galaksi dialam semesta, maka dahulu  galaksi-galaksi tersebut tentulah saling berdekatan, bahkan menyatu. Tentu saja kerapatan massanya sangat besar. Jika pada awalnya alam semesta merupakan massa tunggal dengan kerapatan yang sangat besar, bagaimanakah bentuk awal alam semesta kita ini?

Pada kondisi ini tentunya temperatur dan energi  alam semesta saat itu sagat tinggi.  Hanya satu ledakan yang maha dahsyat yang memungkinkan terjadinya keadaan awal alam semesta itu hipotesa tentang adanya ledakan maha dahsyat inilah yang disebut ”HIPOTESA BIG BANG ”. BIG BANG yaitu bahwa alam semesta bermula dari sebuah ledakan dahsyat (atas) dan galaksi akan menyebar tanpa batas, serta tidak pernah kembali kepusat hipotetis alam semesta. Hipotesa ini menjelaskan bahwa semua persediaan unsur diciptakan dalam setengah jam pertama setelah terjadi ledakan, maka dari itu tidak ada materi baru yang diciptakan.

Bagaimanakah masa depan alam semesta setelah kelahiran dan kehidupannya sekarang ? pertanyaan ini mungkin diajukan oleh kita seperti juga para ilmuwan yang bertanya-tanya.   Para ilmuwan mengajukan 3 model yang sama menariknya tentang masa depan alam semesta kita ini.

Pertama:  bahwa alam semesta akan terus bergerak sampai terus energinya untuk terus     bergerak  sampai seluruh energinya berubah menjadi energi diam. Akibatnya alam semesta menjadi “diam” dan “mati”, ataukah akan menjadi seperti model kedua ?

Kedua : adalah suatu batas tertentu yang menunjukkan pengembangan alam semesta itu akan berhenti dan berbalik menjadi penyusutan gravitasi. Karena seluruh energi yang digunakan unuk bergerak telah berubah menjadi energi potensial gravitasi, galaksi-galaksi mulai saling tarik menarik dan akhirnya runtuh kembali menuju satum  titik. Ataukah

Ketiga : kerapatan alam semesta menjadi sangat kecil, sehingga semua galaksi terus bergerak saling menjauhi menuju  takhingga.

            Sampai sekarang     belum ada model yang tepat untuk menggambarkan masa depan alam semesta. Pertanyaan-pertanyaan kita sekarang tentang suatu hal pada akhirnya memang akan terjawab. Tetapi setelah itu akan selalu muncul pertanyaan-pertanyaan baru. Demikianlah yang terjadi jika kita bertanya tentang alam semesta. Kita tidak akan pernah puas, karena akan selalu muncul pertanyaan baru. Seringkali kita mencapai suatu pertanyaan yang mendasar sekali, membuat hati kita kagum, heran, takzim sampai pada suatu perenungan betapa luar biasa kuasa alam semesta ini.
Comments
0 Comments

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.